Minggu, 29 April 2018

REVIEW KUALA LUMPUR CITY CENTRE (KLCC) PARK: MENIKMATI KEMEGAHAN PETRONAS TWIN TOWERS DAN KEINDAHAN AIR MANCUR MENARI LAKE SYMPHONY

Petronas Twin Towers
Petronas Twin Towers

Terus terang, meskipun destinasi ini sangat mainstream di mata beberapa traveler, kami tetap merasa bahwa KLCC Park dengan Menara Kembar Petronas-nya tetap merupakan destinasi utama saat traveling ke Malaysia, khususnya bagi yang masih pertama kali datang ke negeri ini. Dengan datang ke KLCC Park, kita akan mendapatkan pemandangan dari salah satu bangunan paling ikonik di dunia. Petronas Twin Tower juga sempat menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998 hingga 2004 lho. Namun, meskipun sudah terkalahkan sebagai bangunan tertinggi, hingga kini Menara Kembar Petronas tetap menjadi menara kembar tertinggi di dunia. Dan tentu ini bisa jadi alasan kuat bagi kalian untuk berkunjung ke sini.

Yang paling menyenangkan dari mengunjungi KLCC Park ini tentu karena lokasinya yang mudah dijangkau dan dilewati GoKL yang merupakan alternatif transportasi gratis di Kuala Lumpur. Selain itu, masih ada alternatif transportasi lainnya juga yang bisa kalian manfaatkan untuk menuju KLCC Park, seperti LRT atau monorel. Dan menyenangkannya lagi, untuk masuk ke taman ini, kalian tidak perlu membayar sepeser pun alias gratis.

KLCC Park berada di Jalan Ampang, di Kuala Lumpur City Centre, dekat dengan Suria KLCC Mall. Keberadaan taman ini memang didesain untuk menikmati kemegahan Petronas Twin Towers yang bisa dibilang merupakan atraksi utama yang menarik turis untuk datang ke sini. Dan membicarakan mengenai menikmati Petronas Towers, kami menyarankan untuk mengunjunginya di dua waktu yang berbeda, siang dan malam, karena seperti halnya Marina Bay atau Gardens by the Bay, Menara Petronas dan sekelilingnya menawarkan pemandangan yang benar-benar berbeda saat siang dan malam.

Minggu, 22 April 2018

TIPS PERJALANAN DARI DAN KE MELAKA (MALAKA), MALAYSIA

Melaka merupakan salah satu negara bagian di Semenanjung Malaysia (Malaysia Barat) dengan
ibukota bernama sama, yaitu Kota Melaka. Wilayahnya berbatasan dengan Negara Bagian Johor di sebelah selatan dan Negeri Sembilan di sebelah barat dan utara. Di Indonesia sendiri kita lebih mengenal daerah tersebut dengan sebutan Malaka.

Wilayah ini memang tepat berada di tepi laut yang berbatasan langsung dengan Indonesia, yaitu Selat Malaka. Kenyataan bahwa Selat Malaka merupakan sebuah jalur transportasi laut yang padat yang dikelilingi oleh tiga negara, yaitu Malaysia, Indonesia, dan Singapura inilah yang akhirnya membawa Alfonso de Albuquerque berlayar dari Goa menuju Melaka dan menaklukkan daerah ini dari Kesultanan Melaka pada tahun 1511 atas nama Portugis, sebelum kemudian datang penjajah berikutnya, yaitu Belanda.

Dan Melaka kini telah menjadi salah satu tujuan wisata populer di Malaysia dengan menjadikan bangunan-bangunan tua peninggalan Portugis dan Belanda tersebut sebagai salah satu atraksi utamanya.

Senin, 16 April 2018

REVIEW MAHA VIHARA MOJOPAHIT: PATUNG BUDDHA TIDUR DI TROWULAN, MOJOKERTO

Trowulan terkenal sebagai daerah yang menyimpan banyak sisa-sisa peninggalan kerajaan Majapahit. Jika kalian mencari alternatif wisata yang dekat dengan Surabaya, kalian bisa berkunjung ke situs Trowulan yang berisi beberapa candi dan hal-hal bersejarah lainnya, yang terutama berkaitan dengan agama Hindu.

Berlokasi dekat dengan candi-candi tersebut, kalian bisa menemukan Maha Vihara Majapahit. Vihara ini merupakan tempat ibadah umat Buddha dengan bangunan yang relatif baru, terutama jika dibandingkan dengan situs bersejarah di sekitarnya. Vihara ini mulai dibangun pada 1987 dan diresmikan pada 31 Desember 1989. Meskipun hampir tidak ada pemeluk Buddha di Trowulan, pembangunan vihara ini tidak mengalami kendala atau penolakan.

Dari Jalan Raya Trowulan, kalian bisa menemukan gerbang dengan petunjuk Maha Vihara Majapahit di sisi kiri jalan yang mengarah ke Surabaya. Begitu masuk gang tersebut, kalian akan tiba di Jalan Candi Brahu. Dari jalan itu, kalian masih harus masuk gang yang lebih sempit, tapi masih bisa dilalui mobil. Ada petunjuk di beberapa tempat sehingga kalian tidak rawan tersasar atau salah belok.

Maha Vihara Majapahit

Minggu, 08 April 2018

REVIEW SRI VEERAMAKALIAMMAN TEMPLE SINGAPORE: KUIL HINDU DI SERANGOON ROAD SINGAPURA

Jika kalian traveling ke Little India Singapura, sisihkan waktu kalian untuk melihat Sri Veeramakaliaman Temple. Kuil hindu ini berlokasi di Serangoon Road, tak jauh dari Masjid Abdul Gaffoor di Dunlop Street.

Kuil Sri Veeramakaliamman Singapura

Kuil hindu ini didedikasikan untuk Dewi Kali, yaitu bentuk bengis dari Dewi Parwati, istri Dewa Siwa. Dalam kepercayaan Hindu, Kali ini merupakan ibu Dewa Ganesha dan Dewa Murugan. Untuk Dewa Murugan sendiri, patung raksasanya bisa kalian lihat jika berkunjung ke Malaysia, tepatnya di Batu Caves, Selangor.

Kuil Sri Veeramakaliamman ini juga merupakan salah satu kuil tertua di Singapura. Kuil yang dibangun pada tahun 1881 ini memiliki arsitektur dengan gaya India Tamil. Sejarah pendirian kuil ini memang erat kaitannya dengan sejarah kedatangan migran dari India. Saat itu, para migrant ini membangun kuil ini sebagai tempat untuk meminta keselamatan di tanah yang baru mereka singgahi.

Sri Veeramakaliamman Temple Singapura

Kamis, 05 April 2018

REVIEW TANAH LOT BALI: MENIKMATI SUNSET DAN PURA TENGAH LAUT

Asal kata Tanah Lot adalah dari bahasa Bali, tanah dan lot, yang berarti tanah (di atas) laut. Tanah Lot sendiri merupakan sebuah bongkahan pulau kecil berbatu di tengah laut yang berbentuk sedemikian rupa akibat gerusan ombak.

Di atas bongkahan tersebut terdapat sebuah pura yang sangat terkenal, yaitu Pura Tanah Lot. Lokasi wisata ini merupakan salah satu yang paling terkenal di antara para turis, baik lokal maupun manca negara.

Tanah Lot terletak di Kabupaten Tabanan, Bali, sekitar 20 km dari Kota Denpasar. Saat kami ke sana pada bulan Agustus 2017 lalu, kami memulai perjalanan kami dengan sepeda motor dari Pantai Kuta, dan dengan kemacetan di beberapa titik, lokasi tersebut bisa kami capai dalam waktu kurang lebih 2 jam.

Jalan menuju ke Tanah Lot, seperti jalan-jalan di Bali pada umumnya, memang relatif sempit. Didukung oleh kepopuleran Tanah Lot, mungkin hal itulah yang membuat jalanan di sini sangat rawan macet. Tapi secara keseluruhan, medan menuju ke sana cukup mulus dan nyaman untuk dilalui.

Senin, 02 April 2018

REVIEW PANTAI TELENG RIA PACITAN: PANTAI UNTUK MELIHAT SUNRISE DI PUSAT KOTA PACITAN

Pantai Teleng Ria merupakan salah satu pantai yang ada di Kabupaten Pacitan. Letaknya yang berada di pusat kota, membuat pantai ini menjadi salah satu pantai yang paling dekat dengan berbagai fasilitas. Lokasinya yang dekat dengan Terminal Bus Pacitan juga membuat pantai ini mudah sekali dituju. Tentu ini bisa jadi angin segar bagi kalian yang ke Pacitan dengan menggunakan bus. Selain itu, bagi kalian yang ingin membeli tiket bus untuk pulang ke daerah masing-masing, lokasi kantor-kantor bus tersebut masih cukup dekat dengan Pantai Teleng Ria.

Di sekitar Pantai Teleng Ria, banyak sekali penginapan yang bisa kalian pilih, dengan beberapa pilihan harga yang rata-rata masih bersahabat dengan kantong kita. Salah satunya adalah Araya Homestay, tempat kami menginap saat berkunjung ke Pacitan di tahun 2014 silam.

Baca juga:
REVIEW ARAYA HOMESTAY, PILIHAN PENGINAPAN MURAH DI PACITAN

Bisa dibilang, Pantai Teleng Ria ini merupakan pantai di Pacitan yang paling banyak dikunjungi, khususnya oleh wisatawan lokal. Namun, bukan berarti tidak ada bule yang kesini. Ada beberapa turis asing yang mampir ke sini untuk belajar surfing, meskipun tentu saja Pantai Watu Karung tetap menjadi idola para bule dan surfer di Pacitan.

Jika kalian ingin melihat sunrise di Pacitan, kalian bisa melihatnya dari Pantai Teleng Ria ini. Pantai ini memiliki pasir putih yang memanjang sepanjang 3 kilometer dan menghadap langsung ke Laut Selatan. Horizon pantai berada di sisi timur, yang artinya kalian bisa melihat sunrise dengan mudah.

Menikmati sunrise di Pantai Teleng Ria